Lingkaran Itu tak Bersudut

Minggu, 06 Juli 2014

Oleh karena itu...

Aku tak bisa berenang.Maka ketika aku terjebur dalam kolam air,aku tenggelam.

Aku tak bisa berkuda.Maka ketika aku dikejar musuh yg ada kendaraan hanya kuda, akhirnya aku tertangkap

Aku tak bisa menulis dan membaca.Maka ketika aku mendapat surat cinta dari kekasihku, aku tak bisa mengerti dan membalasnya.

Aku tak bisa,maka akan ada akibat dari ketidakbisaanku.Kecuali aku mau merubahnya dng belajar uk bisa

Aku mau berdoa,maka ketika aku tengah membutuhkan bantuan dan pertolongan Alloh,maka Dia mengabulkan dng cara dan waktunya.

tidak bisa karena kita belum/tidak mau belajar uk bisa.
sedang tidak mau karena kita malas melakukanya.

jadi sebab alasan tidak bisa, bisa jadi muaranya karena kita masih malas.

Komisi Kewajiban Manusia

Apalagi,Alloh lah yang punya hak milik atas diri kita.Namun Maha bijaksana Dia memberi kita hak atas diri kita.Hak meminta kemudian Alloh kasih lebih, Hak menjadi makhluk yg mulia kmdian Alloh kasih ampunan dan petunjuk.Hingga Hak uk menikmati hidup kemudian Alloh kasih nikmat yg luar biasa bnyknya.Apalgi? namun karena keterlaluan kita,dng gmapngnya kita mengatasnamakan hak dalam setiap perbuatan kita.Tanpa kita mau tahu bgmana kewajiban kita.Bukankah adanya hak setelah ditunaikanya kwjiban kita? ... bersikap arogan dng mudah kita katakan hak hidup kita,suka-suka kita.Pokoknya semua adlah hak asasi hidup yg tak bisa di campuri dng hukum manapun..kita lupa kita adlah makhluk sosial yg jg terikat dng hukum hak dan kewajiban.Maka uk apa ada polisi jika penjahat dengan mudah mengatasnamakan hak uk berbuat salah.Dan ketika mendpt hukuman mereka membela diri dng mengtsnamakan hak asasi manusia uk hidup bebas dan merdka.Atau seorang manusia mengatas namakan hak untuk tidak menjalnkan perintah agama, bahkan mereka berkata
"Bukankah dosa itu dosa aku sendiri. Hak-hak aku dong mau gimana-gimana.mengapa juga kamu harus mengataiku dan bersusah payah sok menasehatiku"
Seperti itu kebebelan kita hingga kita dengan mudah berkata seperti itu?.Mungkin kita tak akan tahu, bisa jadi Alloh "tersakiti" dengan kata-kata itu.Pantaskah kita "menyakitiNya". Karena nasehat yang baik sesungguhnya adalah perkataan yang tidak langsung dari Alloh, yang Alloh titipkan dari hati manusia lain atau diri kita sendiri.
Mungkin akan seimbang jika ada komisi Kewajiban manusia uk mengimbangi komisi hak manusia,aneh memang.Mungkin setidaknya uk mengingatkan kita akan kewajiban sblm pd akhirnya kita menuntut hak asasi kita.Paling tidak kita menjadi makhluk yang pandai berterima kasih pada Alloh,paling tidak. :-)

Rindu

Keterlaluan, dia semakin gila merunjak manja jiwa dan mengacak2 sadis fikiranku.Tindakanya terlalu licik,terlebih saat hari telah tutup mnjdi malam.Semakin erotis mengoda ketika sunyi telah bersemi.Setiap dia bergerak sedikit,dibuatnya aku kembangkempis karena kelelahan melawan..Dengan sihirnya akalku dibuat tidak rasional,dengan efek aromanya dibuatnya jiwa bergemuruh.
Terlebih saat senyum mengejeknya terpetik rasa amarah.
kiranya begitu ketika reaksi merindu melanda, dan itu sering terjadi ketika jiwa ada rasa pada sang yang terindu.Selebihnya itu disebut rindu sederhana antar manusia.Rindu seorang manusia yang tengah jatuh cinta pada manusia lainya.Tentu,aku pernah mengalaminya hingga sekarang.
Namun ada yang menyapa di sana.
 Dia berdiri tegak bagai pasak antara langit dan bumi.
"HAi,ada yang tidak keterlaluan.Ketika rindu itu bernama rindu suci hamba pada Tuhanya.kau mau menyobanya?"
Aku mengangguk seraya mengamati dengan takjub pesonanya
"Temukan rindu itu di sujud panjang sholatmu"

Sabtu, 21 Desember 2013

Kabar dari Tuhan

Tujuh belas jam aku masih terkunci. Sepuluh menit sebelumnya aku merasakan hembusan angin yang membawa kabar melalui daun di hadapanku. Selembar daun ketapang kering terhempas angin, terombang-ambing,meliuk-liuk di atas tanah bumi.Hingga akhirnya berakhir di depan mataku,tepat menimpa wajahku. Aroma kering pohon menusuk tajam penciumanku.Ujung daun mengenai mata, setelahnya aku harus merasakan pedih dan sesaat aku buta. Kabar itu dari selembar daun ketapang, aku menerimanya dari bisikan angin.Lantas aku membacanya setelah mataku kembali normal, tulisan yang berderet rapi terlihat semakin jelas ketika sinar matahari menerpa di atasnya, sepertinya ditulis dengan begitu hati-hati. Jemari yang telah mengikat hakekatnya pada keindahan seni bersemayam disetiap huruf yang digeroskan.Jiwaku bergetar melihatnya,bisa diartikan hal itu bentuk reaksi penghormatan paling tinggi untuk nilai seni.Belenggu yang mengunciku selama hampir tujuh belas jam turut bergetar, meski terkesan malu-malu aku bisa merasakanya. Kabar sederhana dari alam yang mengisyartkan tentang ayat Tuhan, 
Berdoa dan bersabarlah sebab itu jalan yang sesungguhnya untuk kemenangan setiap penderitaan
Seperti sebelumnya,jiwaku telah terkunci tujuh belas jam lamanya.Selama itu pula aku hanya menjadi seonggok daging yang hidup.Jiwa selayaknya daun kering yang terhempas dan terombang-ambing oleh angin, seperti daun ketapang kering yang baru saja menampar wajahku.
Maka tinggal menyulut api,terbakarlah, hangus kemudian menjadi abu dan akhirnya menghilang tertiup angin.
Aku terkunci karena kelemahan sendiri.Maka sepuluh menit sebelum sempurna waktu tujuh belas penderitaanku, Tuhan memberi kabar.Betapa Dia sayang padaku.

Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang sanggup engkau dustakan?

Dan tujuh belas jam itu mengingatkanku untuk lebih mulia ketimbang daun pun pohon.Harus lebih mulia ketimbang semut yang berbaris di dahan pohon.
Karena kabar Tuhan mengingatkanku bahwa akal fikiran adalah jalan untuk memahami kebesaran Tuhan
 

Jumat, 13 Desember 2013

Permohonan Untuk yang kesekian kali (inilah do'aku padaMu Ya Rabb)

Ya Alloh.......Sesugguhnya aku mohon pilihan kepada Engkau dengan ilmu Engkau, dan mohon kuasa kepada Engkau dengan kekuasaan Engkau. Serta aku meminta kepada Engkau karuniaMu yang sangat agung. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa, sedangkan aku tidak kuasa. Dan Engkau Maha Tahu, sedangkan aku tak tahu. Dan Engkau Maha Tahu segala yang ghaib.
Ya Alloh....... Jika menurut pengetahuanMu pilihan ini baik bagi agamaku, bagi kehidupanku, dan akibat kesudahanya, maka berilah kesanggupan untuk melaksanakanya serta mudahkanlah pilihan itu bagiku, kemudian berikan berkat padanya.
Dan jika menurut pengetahuanMu pilihan ini tak baik bagi agama dan kehidupanku serta akhir kesudahanya maka singkirkanlah dia dariku dan jauhkanlah aku daripadanya, serta tukarlah bagiku dengan yang lebih baik daripadanya, kemudian ridhoilah dia bagiku

Jumat, 29 November 2013

Hasan dan doa ajaibnya



      Hari Jum’at malam bulan purnama. Tidak ada suara keriuhan. Keadaan di desa yang jauh dari keramaian kota itu terlihat begitu sunyi senyapi. Meski waktu itu malam belumlah larut.
      Hasan seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun keluar dari Masjid setelah menunaikan sholat maghrib. Sepasang sandalnya saling berpencar, tidak tertata rapi seperti pemilik jam’ah lainya. Sehingga ia harus tertinggal paling akhir setelah sembahyang usai.Untuk beberapa saat Hasan harus mencarinya dengan mengunakan lampu senter yang ia bawa dari rumah. Pak Abdul Latif yang mengetahui kecerbohan Hasan, memberi nasehat agar anak itu membiasakan diri untuk meletakan sesuatu secara teratur. Dengan menganguk tanpa bersuara Hasan menjawabnya.
    Setelah menemukan sepasang sandal yang ia cari, ia segera berlari seorang diri. Menyusuri jalan sepi menuju rumah damainya.Kebetulan hari itu, orang tuanya tidak berangkat ke masjid karena baru pergi ke kota untuk menjenguk kerabatnya yang tengah sakit. Jalanan desa yang belum beraspal membuat Hasan harus berhati-hati, terlebih tidak ada lampu penerangan. 
      Di sepanjang jalan tertanam rimbun semak belukar dan pepohonan yang tumbuh tinggi. Keadaan terasa semakin mencengkam ketika tiba-tiba angin berhembus. Mengerakan ranting kering pepohanan yang menimbulkan suara berderit yang cukup keras. Seperti suara jeritan yang memekakan telinga. Hasan teringat tentang film horror yang pernah ia lihat beberapa bulan lalu. Bulu kuduknya terasa merinding terlebih ketika ia teringat tentang cerita horror teman sepermainanya tentang keangkeran temapat yang kala itu pas ia lalui.
Hasan tercekat, ketika ia melihat sosok bayangan beberapa meter di depan jalanya. Sosok itu mulanya berwujud seperti kabut tebal, semakin lama ia berbentuk wujud yang jelas. 
     Jantung Hasan berdegup dengan kencang, ia langsung berfikir dengan cepat jika sosok di depanya bukanlah manusia. Bagaimana tidak, jika sosok itu berdiri mengambang dengan pawakan tubuh yang cukup tinggi dengan mengunakan gaun putih panjang yang menutupi sempurna sosoknya. Wajahnya tidak terlihat dengan jelas, tertutup rambut panjang yang terlihat kaku.
Hasan hendak menjerit tapi terhenti di tenggorakan. Badanya hampir saja menggigil karena ketakutan,namun dengan kemampuan mengontrol diri, Hasan segera mengingat satu doa yang sore tadi kebetulan di anggap LULUS oleh Ustadz Restu. Hasan mengatur nafas, kemudian dengan lantang ia membaca doa tersebut dengan memejamkan mata secara rapat-rapat, berharap ia tak melihat sosok itu lagi.
“BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM.ALLOHUMMAABAARIKLANAA FIIMAAROZAKTANAA WAAKINAA ‘ADZAA BANNAAR. AAMIIN”
Tak berapa lama, setan yang ternyata berjenis Kuntilanak itu kebingungan dengan raut wajah terbengong-bengong.Hingga akhirnya terbirit-birit pergi sambil memaki
“Kutu kumpret, seumur-umur guwe jadi kuntilanak baru kali ini mau di makan sama bocah tengik .Kampret,kampret”
Ternyata kuntilanak tersebut berasal dari kota yang jauh dari desa tersebut. Maksud hati malam itu ia ingin pergi jalan-jalan seraya mencari mangsa, namun termangsa oleh kebodohanya sendiri. ^_^




Kamis, 28 November 2013

Malam Untuk Sang Malam (Pemuji Sang Pelantun Doa)

Malam memanggil purnama dengan mesra. Lewat sajian harmoni gugusan bintang yang bernama. Dalam berjuta  hitungan yang jatuh dalam telungkup do'a seorang hamba kepada Tuhanya. Sebuah jalinan yang tercatat alam semesta untuk di sajikan dalam jamuan. Jamuan alam merelakan sepi malam terkoyak suara lolongan serigala yang tengah kelaparan.Hening yang harus dipenjarakan sendiri dalam keriuhan. Terasa berat. Hingga memisahkan air dalam buih lautan.Begitu melelahkan.
Jangan menghentikan panggilan malam pada purnama. Lepaskan energi panggilan, biarkan ia membaur bersama semesta yang merindu untuk di sanjung. Dia akan mengatakan tentang kehidupan, dia yang akan mencatat setiap harapan dan dia yang akan menyampaikan pada Sang Kemilik kehidupan. Doa itu tak pernah hanya sekedar berdengung kemudian menghilang. Pudar. Setiap nada yang terlantun telah alam siapkan wadah berupa cawan suci. Entah kapan terkabul. Jikapun masih berUpa lantunun, doa itu akan tersimpan hingga akhir zaman.
Terangkan pada bulan purnama, bahwa panggilan malam adalah penyinar untuk pelantun doa. Terangkanlah bagaimana malam telah bercerita tentang gelap dan sunyi. Pelantun doa tidaklah gelap, sebab tangan yang selalu menengadah adalah sumber cahaya. Satu  yang bisa memadamkankarena putus asa. Hingga runtuh dalam buruk sangka.
Jangan perlakukan malam hanya karena gelap dan sunyi. Menikam rasa sanjungan dengan caci makian. Meretakan dinding iman pada ketakutan yang tak berasalan. Malam dan sunyi bukan untuk mensunyikan hati yang telah sunyi.
Pelantun doa selalu memuji malam, menyanjung tinggi seperti memanggil purnama untuk datang. Tetapkan, bahwa malam bukan punya purnama. Malam adalah malam, dia memiliki alam tersendiri untuk kita mengerti.
Jangan jadikan malam hanya untuk menyembunyikan tangisan.Jangan hanya jadikan malam untuk merebahkan lelah dan kesakitan. Pelantun doa tahu bagaimana cara memperlakukan malam untuk sampai pada kerajaan Tuhanya.
Pelantun doa dan malam ia adalah sinergi kekuatan untuk jiwa yang hidup untuk sang pemilik Kehidupan :-)