Lingkaran Itu tak Bersudut

Rabu, 04 Mei 2011

Mulut

       Sudah kusumpal mulutnya dengan kain-kain pakaian termewahku. Rintihanmu adalah suara paling buruk yang kudengar. Aku sudahi caramu meremukan hatiku dengan mulut yang memuakan itu. Sudah selesai, nikmati mulut dengan sumpalan itu.
Menyongsong menteri. Kabut tipis masih bergelayut manja. Seolah hendak tak mau pergi. Seperti seorang anak yang merajuk tak ingin ditinggal pergi sang ibu. Bertanya tentang air susu yang belum juga bisa disapihnya. Bertanya bagaimana dengan timanganya. Bertanya bagaimana dengan belaian lembutnya. Hawa dingin merasuk tulang, membungkus darah. Merintih sudah dalam gigil dingin yang menyiksa.
 "Sakit"
"Apanya?"
"Sakit seluruh tubuhku, bodoh"
"Perlukah kata-kata itu ditambah untuk percakapan kita ini?"
"Menjelmalah kau jadi anjing"
"Keparat. Kau masih saja sesumbar"
"Sakit bodoh"
"Terserah. Sakitlah terus. Menjelmalah kau jadi mayat saja"
"Berengsek"


Kamis, 28 April 2011

Se dalam S


         Setenaga kuda menarik tubuhku. Sekuat baja menghantam tubuhku. Sepanas api membakar tubuhku. Semusim dingin menggigilkan tubuhku. Semusim panas menggerahkan tubuhku. Seluas samudera mengecilkan tubuhku. Setajam pedang menghunus tubuhku. Sesadis silet menyayat tubuhku. Sekotor bangkai mengotori tubuhku. Setinggi jurung menjatuhkan tubuhku. Sepadat benda padat menghimpit tubuhku. Sebesar batu menindih tubuhku.
        Sekosong ruangan menyendirikan tubuhku. Selorong selasar melelahkan langkahku. Semestinya aku tak berada disini. Sekian lama dalam sesal yang menghimpit. Sempit yang menghimpit. Sendiri diam berfikir. Sertakan mata melihat. Secara nyata pada.
Sekawan semut yang terus berjuang dalam kehidupan. Sepasang merpati sebagai simbol kesetian. Seganas binatang lapar yang memangsa kawanan. Sepandai lumba-lumba yang menghibur. Segesit kelelawar terbang di malam hari. 
           Semisal menunggu tanpa beban. Sejiwa dan tubuh tak remuk seperti ini. Sekonyong-konyong hanyut. Sekonyong-konyong lebur. Sekonyong-konyong sudah tak berarti. 
Sombong dan angkuh merajai. Semua pada yang mempunyai. Sekarang. Saat ini. Sudah saatnya aku menjadi debu yang tak berarti.  Sejawaban hanya tetap memilih pada : Sudahi atau tidak lagi. Sekian dan terima kasih. Salam Sejahtera Semuanya.

Jumat, 22 April 2011

Belum Usai, Masih Menunggu Waktu Selanjutnya


Belum Usai, Masih Menunggu Waktu Selanjutnya
Jika boleh berfilsafat lebih dulu tentang impian. Maka akan aku katakan bahwa impian ibarat buku petunjuk perjalanan seseorang. Sebagaimana sebuah perjalanan mencari alamat tujuan, maka tidak selamanya alamat itu bisa ditemukan. Sebagaimana pula tukang post mengajarkan, bahwa dirinya pun juga tak luput dari alamat yang gagal ditemukan.
Maka akan aku simpulkan dari semua itu. Bahwa segala yang terjadi dalam perjalanan, ibarat suatu lukisan. Dimana sebuah garis dan warna  tidak akan membentuk suatu lukisan jika garis selalu lurus, jika warna hanya putih.
Karena itulah. Kuanggap kegagalan bukanlah hal yang tabu untuk dibicarakan. Atau boleh jadi kita bilang sekarang kegagalan satu menit lagi sudah berubah menjadi keberhasilan. Tapi akan aku ceritakan, tentang sepenggal kehidupanku terkait dengan impianku. Simak baik-baik kawan
Sejak usiaku telah beranjak sekitar 16 tahun. Sudah terlintas dalam pikiranku bagaimana bisa mencari uang sendiri. Alamat tujuan adalah untuk bisa memberi kepada orang tuaku, bukan hanya bisa meminta. Jalan akhirnya terbuka dengan begitu mudahnya. Bersekolah di SMK bidang Manajeman dan Bisnis memberikan peluang untuk belajar mencari uang jajan sendiri. Berjualan, tentu saja. Terlebih jurusan bidang keahlianku adalah Penjualan. Kutulis impian itu di buku petunjuk impianku. Melangkah. Bertemu dengan jalan melalui relasi kawan. Begitulah, akhirnya bergabunglah  dengan sebuah MLM, kumulai perjalanan menemukan alamat impian itu. Ku percaya, bahwa tentu Allah akan memudahkan jalan orang punya niat mulia.
Tentu bukan hanya bergabung dengan MLM. Lewat program sekolah untuk menjualkan berbagai produk, ku dapatkan peluang itu semakin lebar. Berjualan keliling kampung menawarkan sembako, obat-obatan, produk kecantikan, makanan hingga minuman.Untung memang tidak seberapa, tapi pelajaran mental adalah untung yang luar biasa.
Alamat impianku memang belum terlihat pertanda kejelasan. Tapi dengan semangat jiwa mudaku waktu itu ku terus memasok alamat tujuan impianku. Menuliskanya dengan begitu semangat. Membacanya dengan penuh seksama.
Waktu liburku terkadang kupakai untuk pertemuan MLM, atau menjual berbagai produk dari sekolah atau MLM sendiri. Mulanya semangat membara, tapi lambat laun ku sadari semangatku mulai meredup. Pasalnya, untung yang kudapat tidak kunjung meningkat. Berbagai mata pelajaran dan tugas sering keteteran.
Intropeksi dimalam hari akhirnya memberikan keyakinan padaku, bahwa tugasku untuk belajar sebagai pelajar tidak boleh dilemahkan hanya untuk mencari uang. Terlebih keluargaku masih terbilang berkecukupan.
Perlahan, ku melangkah mundur secara teratur. Mencoba beralih kepada alamat tujuan impian lainya. Impian itu adalah menjadi siswa berprestasi setalah itu melanjutkan ke perguruan tinggi. Akhirnya terbentur dengan urusan : Boro-boro prestasi.Lulus saja sudah syukur
Impian ke perguruan tinggi terbentur kondisi keuangan. Orang tua hanya kuat membiayaiku melanjutkan ke sebuah sekolah pendidikan guru TK selama 2 tahun. Kupilih juga, alasan kuatnya karena aku merasa, menjadi guru TK adalah pekerjaan mulia. Bila beruntung kelak juga akan diangkat sebagai pegawai negeri. Begitu pikirku waktu itu.
Bekerja sambil bermain-main dengan anak-anak terbayang begitu pasti mengasyikan. Menyenangkan dan bisa membawa rizki untuk bisa awet muda. Seluruh bayangan menyenangkan semakin mengairahkan semangatku untuk mendaftar dan belajar di sekolah tersebut. Ku tulis impianku, menjadi guru TK yang bisa awet muda.
Namun akhirnya kutemukan suatu hal yang akhirnya membenturkan alamat tujuan impianku. Semua berawal dari sebuah persepsi diriku sendiri. Setelah kusadari. Setelah ku terjun ke realitas sesugguhnya. Di sebuah TK kelas menengah ke atas dengan sistem full-day aku magang di situ. Betapa terkejutnya aku, harus berurusan dengan BAK dan BAB anak (Buang Air Kecil dan Buang Air Besar). Semua harus diurusi, selayaknya baby sitter kepada anak asuhnya. Selebihnya melelahkan, menjaga anak-anak dari pagi hingga sore. Itulah sebab aku sering terkena migran dan jarang bisa masuk mengajar untuk magang.
Kegagalanku menamatkan di sekolah pendidikan guru TK tamat sudah. Tapi dikesempatan lain, aku mencoba mengajukan kepada orang tua untuk belajar di universitas saja. Tak kusangka, orang tua memberi izin. Aku berkata pada diriku sendiri, kenapa tidak dari dulu saja.
Usiaku menuju 20 tahun, ku daftarkan diri pada universtias swasta di kotaku. Mulanya ada kebingungan memilih fakultas. Antara sastra apa psikologi?. Lagi-lagi dengan pertimbangan jika sastra bisa dipelajari bersama suatu forum sastra di kotaku, maka kupilah psikologi sebgai fakultasku.
Belajar di sana, berharap kelak akan menjadi seorang psikolog yang handal. Aku menuliskan kembali alamat tujuan impianku. Dengan penuh seksama, dan  kubuat dengan tempo yang sesingkat-singkatnya. Menjadi Psikologi. Ketertarikan pada dunia tulis-menulis menambah lagi impianku : Menjadi Psikolog yang menulis buku-buku Psikologi.
Menuju akhir semester, keputusan besar akhirnya kuambil dengan penuh pertimbangan. Keputusan untuk menikah. Impianku untuk bisa mencintai dengan resmi akhirnya terwujud. Terlebih suamiku saat ini, telah siap dengan semua resiko dari kondisiku. Menikahlah aku. Mulanya belajarku di univertias itu dimudahkan, lama-lama terasa sulit untuk bisa meneruskan. Terlebih ketika proyek suamiku semakin meredup dari hari ke-hari. Sedang aku belum menemukan pekerjaan sambilan.
Dan sungguh. alamat tujuan impianku yang masih bergaris merah, yang masih tertera di urutan nomor satu, yang selalu membunyikan alarm. Masih terus menyiksaku, hingga kini. Aku masih gagal memberi sesuatu hal terbaik untuk orang tuaku, bisa memberi materi bukan hanya meminta terus hingga kini. Bisa menjadi anak yang dibanggakan dengan prestasi.
Hingga kini aku masih berdoa, semoga masih ada umur dan kesempatan untuk mewujudkan impianku. Membahagiakan orang tuaku dengan prestasi. Terlebih bisa membantu orang tuaku dalam mencukupkan materi. Tentu doa dan kasih sayang tetap tak harus dilupakan. Terima kasih kawan. Ku akhiri dengan bergumam
“Cerita ini belum usai. Masih menunggu waktu selanjutnya”


LMCR ke 6 tahun 2011 : Lomba Menulis Fiksi Paling Bergengsi

LMCR ke 6 tahun 2011 : Lomba Menulis Fiksi Paling Bergengsi

Selasa, 19 April 2011

Romantisme Kehidupan Bag I

     
      Apa yang sebenarnya membuat kita wajib  bersyukur atas kehidupan ini? banyak jawaban, banyak pula argument. Dan banyak pula yang menyangkal bahwa kehidupan tak perlu disyukuri tatkala hidup adalah penjara derita. Bila disyukuri katanya malah akan "memuja" keberadaan derita yang membelenggu. Maka derita tak akan pergi, ia terus bersemi bak kawan karib yang tak ingin saling terpisah.
Jika dengan bersyukur Alloh berjanji akan menambah nikmat. Maka janji yang mana dariNya yang Dia ingkari?
     Bila kita bersyukur dengan materi yang kita peroleh dengan sedekah. Maka menurut janji Alloh dalm QS Al baqoroh 256 akan melipatkan gandakan hingga 700 x. Sepertinya tidak masuk logika memang. Terlebih tak masuklah hitungan kalkus matematika untuk urusan seperti ini. 
Syukur memang banyak definisi untuk cara menyikapi dan melakukannya. Namun selama ini, syukur seolah hanya sebatas ucapan yang kadang teselubung dalam hati "kapan ya kira2 Alloh akan menambah nikmat lagi?". Ternoda. Tercemar. dan begitulah kira2 tabiat manusia. Maka malaikatNya sudah tak heran jika manusia banyak menjadi kufur selain memang telah Alloh sampaikan bahwa manusia memiliki tabiat kufur nikmat.
      Lantas apa yang sebenarnya yang membuat manusia bisa "sempurna" dengan rasa syukurnya? sederhana saja. Bahwa manusia itu juga mampu bersabar atas apa yang terjadi dalam hidupnya. Bersabar dan bersyukur.Melebur menjadi satu. Bergandengan. Beriringan. Bersabar atas kekurangan dan tak bangga dengan kelebihan. Jika dia gagal dalam usaha yang ia yakini karena semua sudah tertulis (makhtub) dan jika ia berhasil itu semua tentu karena campur tangan Alloh. Apa yang mesti kita pusingkan? jika sebenarnya semua sudah ada yang mengaturnya. Begitupun rasa syukur. Jika  tidak memusingkan dengan berlaku sombong, sibuk pamer sana/i atas kelebihan kita. Maka tentu ia telah percaya bahwa dirinya bukanlah apa-apa tanpa Alloh dibaliknya.
     Lantas nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang akan bisa kau dustakan?
Begitulah jawaban sederhana ku untuk diriku sendiri...Dan kiranya begitulah sebenarnya romantisme kehidupan ini, sederhana dan tampak di depan mata. Tinggal apakah kita mau melihatnya lebih dalam lagi.
Dan mengapa kita mesti harus bersyukur pada Ilhahi? mudah saja. Karena orang disebut tahu diri jika dia tahu terima kasih pada sang pemberi. siapapun. Terlebih Allah, Tuhan yang Maha Pemurah.

Minggu, 17 April 2011

7 Khasiat dari Mandi...##Bangun tidur ku terus mandi!!!##


Ternyata mandi juga tidak cuma segar tapi juga berkhasiat. Baru-baru ini ada penelitian mengenai mandi bahwa selain untuk membersihkan tubuh ternyata mandi juga memiliki peranan dalm meningkatkan sistem kekebalan, mencegah penyakit kulit, bahkan untuk menyembukan masalah medis yang serius.

Beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa mandi itu berkhasiat antara lain:

1. Sebuah studi yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine : Untuk penderita diabetes, dengan setengah jam berendam dalam bak air hangat dapat menurunkan tingkat gula darah sekitar 13 persen.

2. Penelitian terpisah di Jepang : Dengan berendam selama 10 menit dalam air hangat dapat memperbaiki kesehatan jantung baik pria maupun wanita. Adapun manfaat mandi dan petunjuk mandi yang sehat dapat dilihat di bawah ini:

1. Mengeluarkan racun
Dengan mandi air hangat sekitar 32-35 derajat Celsius dapat membuka pori-pori yang dapat membantu mengeluarkan toksin.karena akan membantu menurunkan tingkat gula darah, menyembuhkan sakit otot dan membantu menjaga usus besar bekerja dengan baik. Waktu yang dianjurkan selama 10-20 menit.

2. Stress
Ternyata mandi air dingin dapat menghilangkan stress karena meredakan ketegangan,dan dianjurkan dengan temperatur sekitar 12-18 derajat celcius. Nah hal ini kebalikan dari air hangat karena akan mempersempit darah dan meningkatkan tingkat gula darah. Oleh sebab itu untuk penderita diabetes tidak dianjurkan untuk mandi air dingin.

3. Eksema
Untuk penderita penyakit kulit seperti eksema, ruam, gatal-gatal dapat menambahkan baking soda ke dalam bak mandi karena berdasarkan penelitian baking soda itu bertindak sebagai antiseptik. Caranya pertama-tama isi air dengan air hangat kuku, tambahkan kira-kira satu pound baking soda dan aduk sampai rata. Dianjurkan berendam selama 10-20 menit.


4. Infeksi
Untuk infeksi seperti sariawan dapat menambahkan pada air hangat yaitu tiga atau empat cuka dari sari buah apel dan berendamlah selama 15-20 menit. Ini juga baik untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh karena cuka dapat menyeimbangkan kembali asam.

5. Flu dan Sakit Kepala
Untuk menyembuhkan flu dan sakit kepala dapat dilakukan dengan merendam kaki dalam air hangat. Masukan air hangat secukupnya dalam bak sampai menutupi kaki dan pergelangan kaki tambahkan beberapa tetes minyak seperti lavender, peppermint atau lemon. Setelah selesai basuh dengan air dingin. Lakukan selama 10-20 menit.

6. Insomnia
Untuk penderita insomnia atau yang memiliki masalah tidur dapat merendam kaki dalam air dingin . Masukan kaki sampai kaki merasa dingin. Pengobatan ini juga berguna bagi kaki lelah, pendarahan hidung, dan sembelit.

7. Sirkulasi
Jika anda mengalami masalah sirkulasi maka cobalah dengan mulai merendam kaki selama satu atau dua menit dalam air hangat, kemudian 30 menit dalam air dingin. Cobalah lakukan selama 15 menit kemudian diselesaikan dengan air dingin.

From : Whooila!